Selasa, 16 Desember 2014

TUGAS RETORIKA, ASEP SAEPUDIN


TUGAS RETORIKA ASEP SAEPUDIN STKIP GARUT(13211011),
MENGANALISIS TOKOH PEMBICARA 
semoga bermanfaat........!!!!!!!!

Sekilas Tentang Seorang Firdaus Djamaris
Firdaus Djamaris siap menghabiskan waktu untuk berjuang menyebarkan nilai-nilai 165 (sebuah kode untuk menyebut berbagi kebaikan di ESQ trainingnya). Bagi trainer muda itu, setiap pejuang 165 harus siap berkorban waktu. Karena training umumnya dilakukan pada akhir pekan, saat orang kebanykana menikmati hari libur. “saat training, saya bukan menjadi diri sendiri. Tapi itu adalah kehendak Allah,” ucap Firdaus. Ia mengaku sering menangis usai training, karena ia merasa tak pantas, terlalu kotor untuk menyebarkan 165.
Pengalaman pertamanya mengisi training sungguh tak terlupakan bagi beliau, “pada awal menjadi trainer saya deg-degan sampai tak bisa tidur,” ucap penggemar nasi goreng, telur dadar, dan goreng-gorengan ini. Tetapi, seiring berjalannya waktu ketrampilannya pun makin terasah.
Firdaus mengatakan, sebelum melakukan training ia selalu minum suplemen dan vitamin. Justru yang paling penting adalah persiapan hati, yaitu dengan menjaga hati dan meluruskan tujuan serta niat tambah firdaus. “Biasanya, malam saya sholat tahajud,” ucap pria kelahiran Bandung, 23 April 1980.
“Kalau ada waktu luang, saya menonton DVD saja,” ucap penggemar Hadad Alwi. ESQ Leadership Center begitu memikat Firdaus, maka sesekali ia berkunjung ke kantor yang sudah dijadikan rumah kedua baginya.
Kini suami dari Pia Ridha Insani telah memiliki dua orang buah hati yaitu Aga dan Nadhira Firdaus. Ia ditugaskan sebagai trainer tetap di Malaysia. Pernah memberikan materi training ESQ di Amerika Serikat dan Australia. Jumlah kelas yang pernah dipandunya sebanyak 147 kelas dengan umlah alumni 24.757 orang.
Beliau merupakan trainer ESQ Training Mahasiswa dan Remaja. Selain berpengalaman luas bersama remaja dan mahasiswa, beliau juga merupakan graduan Ekonomi dari sebuah universiti terkenal di Indonesia. Pak Firdaus, kini beliau juga merupakan penasihat untuk Ikatan Silaturrahmi Mahasiswa (ISIS); sebuah organisasi yang mengumpulkan golongan remaja dan mahasiswa yang telah menjadi alumni ESQ Training di Malaysia .


TUGAS RETORIKA
MENGANALISIS TOKOH ATAU SEORANG PEMBICARA

Baiklah, pada kesempatan kali ini saya ingin menganalisis salah seorang tokoh pembicara yang sangat luar biasa menurut saya, beliau adalah seorang motivator muda asli dari Negara kita Indonesia, dan kita patut berbangga hati karena memilikinya. Dan untuk lebih dekat mengenal beliau seperti apa, berikut penjelasannya.
1.      Nama pembicara : Firdaus Djamaris
2.      Kedudukan pembicara : beliau adalah seorang motivator/pembicara inti yang memberikan informasi langsung kepada audiens/pendengar.
3.      Forum yang digunakan : dalam sebuah reality show acara televisi berjudul “Halaqah Sentuhan Qalbu” yang disiarkan oleh salah satu tv Negara tetangga kita Malaysia di tv9, yang setiap episodenya menghadirkan banyak pembicara atau pengisi acara yang kompeten dibidangnya. Dan ketika itu episode beliau pembicaranya.
4.      Berikut isi pidatonya:

SIAPA IKON ATAU IDOLA KITA SELAMA INI ?
Mari tuan-tuan kita baca bismillah terlebih dahulu (bismillahirrahmanirrahim)
Dalam sebuah riwayat hadist dikisahkan, ketika itu baginda tengah duduk berkumpul bersama sahabat-sahabatnya, diantara para sahabat ada sayidina Umar, Usman, Ali, Abi bakar dan yang lainnya.
            Lalu kemudian baginda bertanya kepada para sahabatnya, “wahai sahabatku tahukah kalian siapakah hamba Allah, yang mulia disisi Allah ?”. para sahabat terdiam, lalu kemudian ada salah seorang sahabat berkata “para malaikat, ya… Rasulullah, merekalah yang mulia!. Baginda berkata,“ya. Para malaikat itu mulia, mereka dekat dengan Allah, dan mereka sentiasa bertasbih dan beribadah kepada Allah, tentulah mereka mulia. Tapi bukan itu yang kumaksudkan. lalu kemudian para sahabat kembali terdiam, tiba-tiba salah seorang sahabta kembali berkata, “ya… Rasulullah tentulah para nabi, merekalah yang mulia itu!, nabi Muhammad tersenyum, baginda berkata, “ya… para nabi itu mulia, mereka adalah utusan Allah dimuka bumi, bagaimana mungkin mereka tidak mulia, mereka mulia!”. Tapi ada lagi yang lainnya. Para sahabat terdiam tuan-tuan. Tertanya siapa lagi orang yang mulia, hingga kemudian salah seorang sahabat berkata. ”Ya… Rasulullah apakah kami sahabatmu ya.. Rasulullah, apakah kami yang mulia itu ya… Rasul?”. Bayangkan tuan-tuan baginda memandang wajah sahabatnya satu persatu , baginda tersenyum melihat para sahabat, baginda berkata. “tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, bagaimana mungkin kalian tidak mulia, tentulah kalian mulia!”. Tapi ada lagi yang lain yang mulia. Para sahabat terdiam semuanya, mereka tak mampu berkata apa-apa lagi.
            Lalu bayangkan tiba-tiba baginda nabi Muhammad merundukkan wajahnya, bayangkan tiba-tiba baginda nabi Muhammad SAW menangis di hadapan sahabat-sahabatnya. Para sahabat pun tertanya, “kenapa kau menangis ya… Rasulullah?”. Lalu bayangkan baginda mengangkat wajahnya, terlihat bagaimana air mata berlinang membasahi pipi dan janggutnya.
            Baginda berkata, “wahai saudaraku, sahabatku. Tahukah kalian siapa yang mulia itu?. Mereka adalah manusia-manusia, mereka akan lahir setelah wafatku nanti, mereka begitu mencintai Allah, dan tahukah kalian mereka tak pernah memandangku, mereka tak pernah melihat wajahku, mereka hidup tidak dekat denganku seperti kalian, tapi merka begitu rindu kepadaku. Dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya aku pun rindu kepada mereka, merekalah yang mulia itu, MEREKALAH UMMATKU” (diucapkan dengan suara tinggi, lantang dan penuh penghayatan untuk penegasan sebagai esensi dari materi). Bayangkan saat itu baginda nabi Muhammad meneteskan air matanya, semua sahabat menangis.
            Tolong katakan tuan-tuan siapa yang dirindukan baginda nabi Muhammad ?. siapa yang sentiasa dirindukan oleh nabi Muhammad setiap waktu?.
            Demi Allah sekarang tolong tanya diri kita masing-masing tuan-tuan, silahkan tuan-tuan rundukkan wajahmu, pejamkan mata dan Tanya kedalam hati tuan-tuan, “sudahkah kau mencintai baginda nabi Muhammad SAW?”. tolong bayangkan “siapa ikonmu selama ini tuan-tuan?”. “Siapa ikon anak-anakmu selama ini tuan-tuan?”. Siapa idola saudara-saudaramu, anak-anakmu saat ini?”. Lihatlah bagaimana anak-anak kita yang sudah melupakan baginda nabi Muhammad. Mereka lalai kepada baginda nabi Muhammad, meraka tak ada lagi rasa cinta kepada baginda nabi Muhammad. Meraka bangga dengan ikon artis-artis mereka. Mereka bangga dengan para pemain bola sepak yang mereka banggakan. “tolong katakan tuan-tuan, sudah berapa lama kita lalai hidup di dunia ini?”.
            Sudah berapa lama kita tidak mendidik anak-anak kita untuk mencintai baginda nabi Muhammad SAW. Kalau kita mengaku sebagai ummat nabi Muhammad tolong tanya diri sendiri tuan-tuan “sudahkah kita mencintai baginda nabi Muhammad ?”. “Sudahkah ada air mata yang berlinang karena rindu kita kepada baginda nabi Muhammad ?”. “Sudah berapa lama kita lalai ?”. “Sudah berapa lama kita langkahi hidup di dunia ?”. “Sudah berapa lama kita melupakan baginda nabi Muhammad SAW ?”. Maka mari malam hari ini tuan-tuan, mari malam hari ini, kita hadirkan, kita hidupkan rasa cinta ini dalam hati. Semoga kelak di hari kemudian di padang mahsyar, kita akan berkumpul bersama baginda nabi Muhammad SAW.
Hayati lagu ini tuan-tuan, bayangkan kita hidup bersama baginda nabi muhammad SAW. Mari kita bernyanyi bersama-sama.     
 
Yaa Rasulallah
Vocal/Album : Raihan/Senyum
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
'Kan pasti mengalir air mataku
Karena pancaran ketenanganmu

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kami rindu padamu

Allahumma sholli 'alaa Muhammad
Ya Robbi sholli 'alaihi wassalim

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu

Kutahu cintamu kepada ummat
Umati umati
Kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafa'atkan kami

Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kurniakanlah syafa'atmu
  
5.      Tema pidato : membahas soal agama, yaitu “menjadikan baginda nabi Muhammad SAW sebagai ikon/idola sejati dalam hidup kita”.
6.      Bahasa pokok yang digunakan :
a)      Beliau di sini menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar dan menarik, meskipun itu acara disebuah televisi luar negeri di Malaysia, namun para audiens tetap khusyuk mendengarkan karena bahasanya masih satu rumpun atau ada sebagian kesamaan sehingga kurang lebih mereka mengerti.
b)      Konsisten beliau menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar secara keseluruhan, meski ada beberapa kata yang terdengar agak kurang pas dengan KBBI atau konteks kalimatnya, begitu juga dengan sapaan kepada pendengar terkesan diskriminasi dengan hanya mengatakan kata tuan-tuan secara berulang-ulang, padahal audiensnya juga banyak perempuan.
c)      Ketika berbicara di acara tersebut, beliau tidak menggunakan dialek daerah tertentu, terutama dialek sunda karena beliau berasal dari Bandung. Jadi beliau konsisten menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar meskipun di Malaysia .
7.      Intonasi suara : Fleksibel (menyesuaikan) dan bervariasi sehingga terdengar lebih menarik dan menyentuh pendengar khususnya yang berada di studio langsung. Dan ada penekanan kata oleh beliau untuk mempertegas atau  memperjelas ucapannya yaitu pada kalimat: siapakah hamba Allah, yang mulia disisi Allah ?. tahukah sahabatku siapa yang mulia itu?. Mereka yang mulia itu, MEREKALAH UMMATKU……..!!!  
8.      Vokal : suara yang beliau keluarkan sangat jelas artikulasinya, lantang dan pas sesuai dengan porsinya, dari awal sampai akhir penyampaian materinya sangat dinamis dengan irama yang pas dan produksi suaranya tetap jelas, terjaga, nyaring namun tetap santai lembut dan menyentuh.
9.      Artikulasi : menurut saya sangat jelas dan beliau terlihat konsisten sekali ketika memproduksi ujaran-ujarannya untuk bisa diterima dan dipahami dengan baik oleh telinga para pendengarnya, baik yang ada di studio maupun oleh pemirsa di rumah.
10.  Gestur :
a)      Tentunya siapapun yang berbicara baik sengaja maupun spontan, pasti reflek ketika berbicara otomatis gestur ikut untuk melengkapi setiap ujaran yang disampaikan, entah itu gerakan tangan maupun anggota tubuh yang lainnya yang dilakukan secara berulang-ulang, termasuk beliau.
b)      Menurut analisis saya, gestur yang beliau tampilkan sangat jauh dari kata berlebihan, yang ada malah cukup dan proporsional atau pas, sehingga jadi satu kesatuan utuh dan  terlihat jauh lebih menarik.
c)      Benar sekali, gestur yang beliau tampilkan sangat memperjelas pesan yang ingin disampaikan. Dan itu menjadi sebuah perpaduan antara bahasa dan non kebahasaan/gestur, sehingga menjadi sempurna.
d)     Dan gestur yang sering beliau gunakan adalah berupa gerakan tangan kanan yang dominan, dengan mengarahkannya ke depan penonton baik dengan menunjuk satu jari atau seperti mempersilahkan dengan kelima jarinya, didukung mimik wajah dengan ekspresi yang menarik, suara dengan irama yang dinamis dan gerakan kepala yang beraturan sesuai kebutuhan materi, juga gerakan kontak mata dengan audiens yang terjalin sangat baik.
11.  Tata krama :
a)      Penampilan beliau secara fisiknya, sangat menarik dan standar seorang pembicara/motivator pada umumnya. Dengan menggunakan setelan kemeja panjang bergaris, lengkap dengan dasi hitamnya, dibalut jas hitam, dengan celana yang juga berwarna hitam panjang formal, ditambah dengan sepatu pentopelnya, serta di dukung dengan wajah yang rupawan, begitu juga dengan gaya rambut yang terlihat sederhana namun elegan, semakin terlihat gagah ketika berdiri didepan audiens dan sangat berkarisma ketika semua itu diawali dengan senyuman tulus kepada audiensnya.
b)      Menurut saya bahasa yang beliau gunakan sangat sopan dan menyentuh dengan irama yang mendayu-dayu namun tetap nyaring, tegas, dan lembut sehingga mampu mengetuk pintu-pintu hati setiap pendengarnya, untuk mau membuka dan menerima nasihat kebaikan dari si pembicara.
c)      Terkait dengan bahasa yang menyinggung perasaan pendengar, ada. Yaitu ketika beliau mengajak audiens untuk bersama-sama merenungkan “siapa yang menjadi idola kita selama ini ?. Mereka anak-anak kita sering kali lebih bangga dengan ikon artis-artis favorit mereka!. mereka lebih bangga dengan pemain bola sepak yang mereka banggakan!. Beliau mengajak audiens untuk bertanya kedalam hati masing-masing, “sudahkah kau mencintai baginda nabi Muhammad SAW melebihi idola-idola kita yang lainnya?. “sudah berapa lama kita tidak mendidik anak-anak kita untuk lebih mencintai baginda nabi Muhammad SAW ?. atau “adakah air mata yang berlinang karena rindu kita kepada baginda nabi Muhammad SAW ?. dan terkadang kita lupa bahwa sebagai umat muslim, kita memiliki ikon manusia terbaik dunia akhirat untuk dijadikan idola yaitu Rasullullah SAW.
12.  Penguasaan materi : beliau sangat menguasai materi sekali dan begitu juga sangat meyakinkan pendengar, terbukti dengan penyampaian materi beliau yang begitu tulus, sangat menyentuh, dan rendah hati serta tidak terkesan menggurui, sehingga mampu mengundang butiran-butiran air mata pengakuan dosa dari setiap pendengar-pendengarnya yang ada di studio khususnya, begitupun pemirsa di rumah, termasuk saya pribadi yang meskipun hanya menyaksikannya lewat pemutaran video, namun mampu menggetarkan hati dan diri ini, dengan merenungkan bahwa oh iya, ya. memang selama ini kita lebih mengidolakan yang lain dibanding Rasullullah SAW, yang memang idola yang sesungguhnya, kalaupun kita mengidolakan itu hanya sedikit dan lebih banyak wacana di mulut saja, tanpa dibarengi dengan sikap nyata mencontoh segala tindak-tanduk yang beliau lakukan.
13.  Berkenaan dengan penggunaan teknik retorikanya
a)      Beliau sangat menarik perhatian para pendengarnya, dengan melakukan upaya pengolahan kata yang baik, didukung dengan backsound musik yang menyayat hati dan menyentuh, dengan  berusaha menggali emosi pendengar supaya larut dalam suasana materi yang dibawakan, penekanan nada dengan rintihan tangis lewat suara sendu yang begitu menggetarkan, diimbangi  oleh kontak mata yang intens dengan semua audiensnya, sehingga mampu menusuk ke relung-relung qalbu setiap insan yang mendengarnya, dan air matapun keluar sebagai bukti tenggelamnya diri dalam suasana sadar akan banyaknya kelalaian dan dosa yang telah kita lakukan.
b)      Berkaitan dengan unsur humor, di sini tidak ada unsur itu, karena materi yang disampaikan membutuhkan situasi yang serius dan penuh penghayatan.
c)      Untuk kemampuan menjaga perhatian dengan pendengarnya, telah saya singgung di atas sangat terjalin dengan baik sekali yaitu, dengan melakukan kontak mata yang intens kepada pendengarnya secara merata dan adil, apalagi posisi duduk audiensnya juga strategis berbentuk tangga kebawah sehingga pembicara dapat melihat dengan jelas dan merata dari berbagai sudut penonton di studio tanpa kecuali.
d)     Pandangan matanya terjaga sangat apik dengan membagi pandangan ke berbagai sudut audiensnya baik yang ada di depan, sudut samping kiri atau kanan, barisan belakang, maupun memandang langsung ke kamera sebagai bentuk jalinan kontak mata dengan pemirsa di rumah.
e)      Dan untuk gaya bicara yang beliau kemukakan, menurut saya sangat pas dengan suara yang konsisten kenyaringannya. Namun, tetap penuh kelembutan, tidak monoton, ketegasan, santai, dan rendah hati tanpa terkesan menceramahi, sehingga esensi dari materi bisa tersampaikan dengan baik dan memukau pendengar yang menyaksikan pada akhirnya.
14.  Salam pembukanya :
a)      dengan mengajak audiens untuk membaca bismillah secara bersama-sama, dan kata yang diucapkan untuk mengajak audiens adalah kata redupliksi utuh tuan-tuan yang berulang-ulang sampai akhir, yang seolah hanya menyapa para pendengar kaum pria saja, padahal saya lihat di videonya banyak pendengar kaum perempuannya yang hadir juga di sana. Terkait ini saya juga kurang tahu, apakah ini merupakan sapaan umum yang biasa digunakan untuk menyapa hadirin tanpa mengenal jender di Negara Malaysia atau bukan, saya juga kurang paham.
b)      Penyampaian pendahuluan dengan ucapan mengajak para audiens untuk membacakan kalimah bismillah secara bersama-sama, dan menyapa pendengar secara general dengan istilah tuan-tuan tanpa membedakan jender.
c)      Penyampaian isi pidato
§  Jelas sekali dan sangat fokus, karena pembicara hanya berkonsentrasi pada satu cerita/kisah mengenai siapa orang yang akan dirindukan oleh Allah dan Rasululah nanti?.
§  Isi pidatonya juga menurut saya terstruktur dan sistematis dengan mengajak mengucapan bismillah bersama-sama untuk mengawali, mungkin juga diawali dengan ucapan salam namun videonya terpotong. Kemudian masuk ke materi dari mulai bertutur secara biasa, dan di sana ada pergantian ritme suara, emosi dan akhirnya klimaks sampai audiens menangis dan sebagai penutupnya beliau mempersilahkan penyanyi pengiring untuk melantunkan sebuah lagu tentang Rasulullah Muhammad SAW yang memang ada kesesuaian dengan materi yang disampaikan. Dan beliau juga mengajak para audiens untuk merenungkan setiap bait lirik lagunya sembari bersama-sama menghayati makna di dalamnya.
§  Isi pidatonya, sangat mudah sekali untuk dipahami, karena disampaikan dengan bahasa yang sederhana, jelas, tidak terlalu cepat dan mudah dicerna.
§  Isi pidatonya juga sangat menarik, dikemas sedemikian rupa, sehingga peristiwa/kisah yang sederhana, namun mampu menampar setiap pribadi yang mengaku muslim untuk kembali menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai idola sesungguhnya.

d)     Terkait dengan penyampaian kesimpulan, ada. Melalui kata-kata terakhir untuk merenungkan dan melalui kesimpulan secara tidak langsung atau tersirat lewat persembahan sebuah lagu berjudul yaa Rasulullah ( alangkah indahnya hidup ini) dari grup nasyid Malaysia  Raihan untuk memeperjelas materi yang disampaikan pembicara.
e)      Untuk penyampaian salam penutup di sini si pembicara tidak secara langsung mengucapkannya, tapi melalui bentuk mempersilahkan penyanyi pengiring untuk bernyanyi bersama dengan para hadirin sebagai tanda materi sudah tersampaikan dengan sukses, dan mungkin ada, tapi videonya terpotong karena lagu yang dinyanyikan juga tidak dinyanyikan secara utuh.
15.  Kesimpulan
a)      Penampilan secara keseluruhan, menurut saya penampilan dari bapak Firdaus Djamaris ini, sangat menarik sekali. Beliau mampu menyampaikan materinya dengan HATI dan itu yang terpenting, dan beliau percaya bahwa siapapun audiensnya, apapun profesinya, masalahnya, latar belakangnya, status sosialnya, tingkat pendidikannya maupun perbedaan yang lainnya, pasti bisa menjadi satu ketika hati di sini yang berperan, berbicara dan berusaha untuk menyentuhnya dengan tulus dan penuh kelembutan, sehingga sampai kepada hati audiens dengan penuh kesadaran.
b)      Dan menurut saya bapak Firdaus Djamaris ini, sangat pantas sekali untuk dijadikan salah satu contoh tokoh inspirator pembicara yang baik bagi seorang pemula. Khususnya saya pribadi. Karena beliau begitu sangat pandai dalam mengolah sebuah materi singkat namun menarik, sehingga tidak terkesan menghamburkan bahan. Dan mampu menghidangkan sajian informasi yang sederhana. Namun, begitu sarat akan makna. Dan yang terpenting beliau itu menyampaikannya tidak hanya dengan mulut semata, namun juga dengan hatinya. Dan itu yang saya lihat, ada ketulusan di setiap pancaran sinar matanya, ada kejujuran di setiap tutur katanya dan ada keikhlasan di setiap bahasa tubuhnya.  
Baiklah, demikian hasil analisis tokoh pembicara dari saya, semoga saya dan kita semua bisa menjadikannya inspirasi dan bisa mengambil hikmah baik dari diri beliau secara personal maupun dari materi yang beliau sampaikan, untuk menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai ikon/idola dalam setiap napas hidup kita.


Terima Kasih dan Wassalamualaikum Wr, Wb.





Penulis:
Asep Saepudin
13211011 (2A)





Berikut kata-kata yang terdengar agak kurang pas, yang saya temukan didalam penyampaian materi video bapak Firdaus Djamaris ini, bila dilihat dari konteks kalimatnya, tidak sesuai dengan bahasa Indonesia yang dibakukan. Mungkin bisa dimaklumi, bukan berarti beliau tidak tahu, tapi itu sangat wajar karena beliau berbicara di sebuah acara tv Malaysia, jadi bahasa Malaysianya sedikit ikut mempengaruhi. Tapi secara keseluruhan hampir sempurna beliau menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

KATA TIDAK BAKU              seharusnya                   KATA BAKU
Sentiasa                                               :                                   senantiasa       
Tertanya                                              :                                   bertanya                     
Kerana                                                 :                                   karena
Rundukkan                                         :                                   tundukkan

Tuan-tuan : menurut KBBI artinya orang tempat mengabdi, sebagai lawan kata hamba, abdi, budak atau merupakan sebutan kepada orang laki-laki. Ini sapaan yg digunakan pembicara dalam video ini, seolah-olah adanya diskriminasi hanya menyapa pendengar kaum adam saja, padahal pendengar kaum hawa juga banyak.
Bola sepak : menunjukkan alatnya yang digunakan dalam permainan sepak bola.
sedangkan
Sepak bola : menunjukkan nama permainannya.