Kamis, 26 Juni 2014

PUISI KARYA ASEP SAEPUDIN (STKIP GARUT)



Puisi :
Doaku Yaa,,,Allah…..

Karya : Asep Saepudin
Ya,, Allah… 
Mengingatmu adalah sebuah kedamaian                
Mendengar namamu bergetar  tubuh ini
Menangis dihadapanmu tenang bathin ini
Kusandarkan semua harapan hidupku padamu

Ya,, Allah…
Firmanmu  sejukan hatiku…….
Bisik ayatmu tentramkan  jiwaku
Basahilah ucapanku hanya untuk menyebut  namamu
Tetapkanlah aku tuk slalu dijalanmu
Jalan yang kau ridhoi…….

Ya,, Allah…
Kaulah penggenggam atas diri ini
Kuserahkan hidup matiku padamu
Ijinkanlah slalu diri ini
Tuk tunjukan maha karyamu….
Ya,, Allah…





PUISI
WANITA PENUH KETEGARAN
Karya: Asep Saepudin
 
Hidup memang keras dan butuh perjuangan
Hidup  memang penuh dengan tantangan
Tapi dia terlahir untuk menguatkan
Menjadi wanita penuh inspirasi
Kasihnya begitu tulus
Cintanya begitu suci nan indah
Namun penghianatan menjatuhkan air matanya
Dan beribu kebohongan menusuk luka hatinya

Terlalu banyak duka nestapa menghampirinya
Tapi ia tetap sabar dalam heningnya doa
Berbesar hati membuka banyak kesempatan
Untuk bersama membangun mahligai cinta

Tuhan…. Kuatkan dia
Kuatkan dengan bisik ayatmu
Kuatkan dengan sabda firmanmu
Tenangkan dengan mengingat namamu

Tuhan…. Dekap dia
Tuntun  langkahnya
Yakinkan doa dan harapannya
Menuju kebahagiaan abadi dalam kasihmu

Puisi wanita penuh ketegaran ini adalah sebuah karya yang terinspirasi dari seorang wanita kuat menurut saya, beliau bernama Ibu Mulyanah, beliau adalah tetangga dekat saya yang mengalami berbagai macam bentuk kekerasan dari suaminya baik fisik maupun verbal, namun ditengah penderitaan yang beliau alami, baliau berusaha untuk tetap mempertahankan rumah tangganya demi kedua anak-anaknya dan berharap seiring berjalannya waktu suaminya bisa menjadi orang yang jauh lebih baik. Aamiin 

                                                                                                                                      
Puisi

Dalam Perjalananku
Karya: Asep Saepudin

Aku dilahirkan tuhan kedunia
Dengan garis tangan dan taqdir yang ku bawa
Secercah harapanpun terlintas dibenak mereka
Seiring tangis yang ku persembahkan

Taqdirpun membawa langkahku
Untuk menelan pahit kerasnya hidup
Seraya berkata…….., harapan tulus itu
Tak seindah yang ku bayangkan

Putih abu-abu menjadi telinga
Di setiap kata yang ku ucap
Warna biru saksi bisu perjalanan kisah hidupku
Tetesan keringat menjadi Satu
 Dalam jatuhan air mataku
Seiring doa untuk harap
Dalam rintihan deritaku