TUGAS RETORIKA ASEP SAEPUDIN STKIP GARUT(13211011),
MENGANALISIS TOKOH PEMBICARA
semoga bermanfaat........!!!!!!!!
Sekilas Tentang
Seorang Firdaus Djamaris
Firdaus Djamaris siap menghabiskan waktu untuk
berjuang menyebarkan nilai-nilai 165 (sebuah kode untuk menyebut berbagi
kebaikan di ESQ trainingnya). Bagi trainer muda itu, setiap pejuang 165 harus
siap berkorban waktu. Karena training umumnya dilakukan pada akhir pekan, saat
orang kebanykana menikmati hari libur. “saat training, saya bukan menjadi
diri sendiri. Tapi itu adalah kehendak Allah,” ucap Firdaus. Ia mengaku
sering menangis usai training, karena ia merasa tak pantas, terlalu kotor untuk
menyebarkan 165.
Pengalaman pertamanya mengisi training sungguh
tak terlupakan bagi beliau, “pada awal menjadi trainer saya deg-degan sampai
tak bisa tidur,” ucap penggemar nasi goreng, telur dadar, dan goreng-gorengan ini.
Tetapi, seiring berjalannya waktu ketrampilannya pun makin terasah.
Firdaus mengatakan, sebelum melakukan training
ia selalu minum suplemen dan vitamin. Justru yang paling penting adalah
persiapan hati, yaitu dengan menjaga hati dan meluruskan tujuan serta niat
tambah firdaus. “Biasanya, malam saya sholat tahajud,” ucap pria kelahiran
Bandung, 23 April 1980.
“Kalau ada waktu luang, saya menonton DVD
saja,” ucap penggemar Hadad Alwi. ESQ Leadership Center begitu memikat Firdaus,
maka sesekali ia berkunjung ke kantor yang sudah dijadikan rumah kedua baginya.
Kini suami dari Pia Ridha Insani telah memiliki
dua orang buah hati yaitu Aga dan Nadhira Firdaus. Ia ditugaskan sebagai
trainer tetap di Malaysia. Pernah memberikan materi training ESQ di Amerika Serikat
dan Australia. Jumlah kelas yang pernah dipandunya sebanyak 147 kelas dengan
umlah alumni 24.757 orang.
Beliau merupakan trainer ESQ Training Mahasiswa dan Remaja. Selain
berpengalaman luas bersama remaja dan mahasiswa, beliau juga merupakan graduan
Ekonomi dari sebuah universiti terkenal di Indonesia. Pak Firdaus, kini beliau juga
merupakan penasihat untuk Ikatan Silaturrahmi Mahasiswa (ISIS); sebuah
organisasi yang mengumpulkan golongan remaja dan mahasiswa yang telah menjadi
alumni ESQ Training di Malaysia .
TUGAS RETORIKA
MENGANALISIS TOKOH ATAU SEORANG PEMBICARA
Baiklah, pada kesempatan kali ini saya ingin menganalisis salah
seorang tokoh pembicara yang sangat luar biasa menurut saya, beliau adalah
seorang motivator muda asli dari Negara kita Indonesia, dan kita patut
berbangga hati karena memilikinya. Dan untuk lebih dekat mengenal beliau
seperti apa, berikut penjelasannya.
1.
Nama pembicara
: Firdaus Djamaris
2.
Kedudukan
pembicara : beliau adalah seorang motivator/pembicara inti yang memberikan informasi
langsung kepada audiens/pendengar.
3.
Forum yang
digunakan : dalam sebuah reality show acara televisi berjudul “Halaqah
Sentuhan Qalbu” yang disiarkan oleh salah satu tv Negara tetangga kita
Malaysia di tv9, yang setiap episodenya menghadirkan banyak pembicara atau pengisi
acara yang kompeten dibidangnya. Dan ketika itu episode beliau pembicaranya.
4.
Berikut isi
pidatonya:
SIAPA IKON ATAU IDOLA KITA SELAMA
INI ?
Mari tuan-tuan kita baca bismillah terlebih dahulu (bismillahirrahmanirrahim)
Dalam sebuah riwayat hadist dikisahkan, ketika itu baginda tengah
duduk berkumpul bersama sahabat-sahabatnya, diantara para sahabat ada sayidina
Umar, Usman, Ali, Abi bakar dan yang lainnya.
Lalu kemudian
baginda bertanya kepada para sahabatnya, “wahai sahabatku tahukah kalian
siapakah hamba Allah, yang mulia disisi Allah ?”. para sahabat terdiam, lalu
kemudian ada salah seorang sahabat berkata “para malaikat, ya… Rasulullah,
merekalah yang mulia!. Baginda berkata,“ya. Para malaikat itu mulia, mereka
dekat dengan Allah, dan mereka sentiasa bertasbih dan beribadah kepada Allah,
tentulah mereka mulia. Tapi bukan itu yang kumaksudkan. lalu kemudian para
sahabat kembali terdiam, tiba-tiba salah seorang sahabta kembali berkata, “ya…
Rasulullah tentulah para nabi, merekalah yang mulia itu!, nabi Muhammad
tersenyum, baginda berkata, “ya… para nabi itu mulia, mereka adalah utusan
Allah dimuka bumi, bagaimana mungkin mereka tidak mulia, mereka mulia!”. Tapi
ada lagi yang lainnya. Para sahabat terdiam tuan-tuan. Tertanya siapa lagi
orang yang mulia, hingga kemudian salah seorang sahabat berkata. ”Ya…
Rasulullah apakah kami sahabatmu ya.. Rasulullah, apakah kami yang mulia itu
ya… Rasul?”. Bayangkan tuan-tuan baginda memandang wajah sahabatnya satu
persatu , baginda tersenyum melihat para sahabat, baginda berkata. “tentulah
kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, bagaimana
mungkin kalian tidak mulia, tentulah kalian mulia!”. Tapi ada lagi yang lain
yang mulia. Para sahabat terdiam semuanya, mereka tak mampu berkata apa-apa
lagi.
Lalu bayangkan
tiba-tiba baginda nabi Muhammad merundukkan wajahnya, bayangkan tiba-tiba
baginda nabi Muhammad SAW menangis di hadapan sahabat-sahabatnya. Para sahabat
pun tertanya, “kenapa kau menangis ya… Rasulullah?”. Lalu bayangkan baginda
mengangkat wajahnya, terlihat bagaimana air mata berlinang membasahi pipi dan
janggutnya.
Baginda berkata,
“wahai saudaraku, sahabatku. Tahukah kalian siapa yang mulia itu?. Mereka
adalah manusia-manusia, mereka akan lahir setelah wafatku nanti, mereka begitu
mencintai Allah, dan tahukah kalian mereka tak pernah memandangku, mereka tak
pernah melihat wajahku, mereka hidup tidak dekat denganku seperti kalian, tapi
merka begitu rindu kepadaku. Dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya aku pun
rindu kepada mereka, merekalah yang mulia itu, MEREKALAH UMMATKU” (diucapkan
dengan suara tinggi, lantang dan penuh penghayatan untuk penegasan sebagai
esensi dari materi). Bayangkan saat itu baginda nabi Muhammad meneteskan air
matanya, semua sahabat menangis.
Tolong katakan
tuan-tuan siapa yang dirindukan baginda nabi Muhammad ?. siapa yang sentiasa
dirindukan oleh nabi Muhammad setiap waktu?.
Demi Allah
sekarang tolong tanya diri kita masing-masing tuan-tuan, silahkan tuan-tuan rundukkan
wajahmu, pejamkan mata dan Tanya kedalam hati tuan-tuan, “sudahkah kau
mencintai baginda nabi Muhammad SAW?”. tolong bayangkan “siapa ikonmu selama
ini tuan-tuan?”. “Siapa ikon anak-anakmu selama ini tuan-tuan?”. Siapa idola
saudara-saudaramu, anak-anakmu saat ini?”. Lihatlah bagaimana anak-anak kita
yang sudah melupakan baginda nabi Muhammad. Mereka lalai kepada baginda nabi
Muhammad, meraka tak ada lagi rasa cinta kepada baginda nabi Muhammad. Meraka
bangga dengan ikon artis-artis mereka. Mereka bangga dengan para pemain bola
sepak yang mereka banggakan. “tolong katakan tuan-tuan, sudah berapa lama
kita lalai hidup di dunia ini?”.
Sudah berapa lama
kita tidak mendidik anak-anak kita untuk mencintai baginda nabi Muhammad SAW.
Kalau kita mengaku sebagai ummat nabi Muhammad tolong tanya diri sendiri
tuan-tuan “sudahkah kita mencintai baginda nabi Muhammad ?”. “Sudahkah ada air
mata yang berlinang karena rindu kita kepada baginda nabi Muhammad ?”. “Sudah
berapa lama kita lalai ?”. “Sudah berapa lama kita langkahi hidup di dunia ?”. “Sudah
berapa lama kita melupakan baginda nabi Muhammad SAW ?”. Maka mari malam hari
ini tuan-tuan, mari malam hari ini, kita hadirkan, kita hidupkan rasa cinta ini
dalam hati. Semoga kelak di hari kemudian di padang mahsyar, kita akan
berkumpul bersama baginda nabi Muhammad SAW.
Hayati lagu ini tuan-tuan, bayangkan kita hidup bersama baginda
nabi muhammad SAW. Mari kita bernyanyi bersama-sama.
Yaa Rasulallah
Vocal/Album
: Raihan/Senyum
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
'Kan pasti mengalir air mataku
Karena pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kami rindu padamu
Allahumma sholli 'alaa Muhammad
Ya Robbi sholli 'alaihi wassalim
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu
Kutahu cintamu kepada ummat
Umati umati
Kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafa'atkan kami
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kurniakanlah syafa'atmu
Andai dapat kutatap wajahmu
'Kan pasti mengalir air mataku
Karena pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kami rindu padamu
Allahumma sholli 'alaa Muhammad
Ya Robbi sholli 'alaihi wassalim
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu
Kutahu cintamu kepada ummat
Umati umati
Kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafa'atkan kami
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kurniakanlah syafa'atmu
5.
Tema pidato :
membahas soal agama, yaitu “menjadikan baginda nabi Muhammad SAW sebagai
ikon/idola sejati dalam hidup kita”.
6.
Bahasa pokok
yang digunakan :
a)
Beliau di sini
menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar dan menarik, meskipun itu acara
disebuah televisi luar negeri di Malaysia, namun para audiens tetap khusyuk
mendengarkan karena bahasanya masih satu rumpun atau ada sebagian kesamaan
sehingga kurang lebih mereka mengerti.
b)
Konsisten
beliau menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar secara keseluruhan,
meski ada beberapa kata yang terdengar agak kurang pas dengan KBBI atau konteks
kalimatnya, begitu juga dengan sapaan kepada pendengar terkesan diskriminasi
dengan hanya mengatakan kata tuan-tuan secara berulang-ulang, padahal
audiensnya juga banyak perempuan.
c)
Ketika
berbicara di acara tersebut, beliau tidak menggunakan dialek daerah tertentu,
terutama dialek sunda karena beliau berasal dari Bandung. Jadi beliau konsisten
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar meskipun di Malaysia .
7.
Intonasi suara
: Fleksibel (menyesuaikan) dan bervariasi sehingga terdengar lebih menarik dan
menyentuh pendengar khususnya yang berada di studio langsung. Dan ada penekanan
kata oleh beliau untuk mempertegas atau memperjelas
ucapannya yaitu pada kalimat: siapakah hamba Allah, yang mulia disisi Allah
?. tahukah sahabatku siapa yang mulia itu?. Mereka yang mulia itu, MEREKALAH
UMMATKU……..!!!
8.
Vokal : suara
yang beliau keluarkan sangat jelas artikulasinya, lantang dan pas sesuai dengan
porsinya, dari awal sampai akhir penyampaian materinya sangat dinamis dengan
irama yang pas dan produksi suaranya tetap jelas, terjaga, nyaring namun tetap
santai lembut dan menyentuh.
9.
Artikulasi :
menurut saya sangat jelas dan beliau terlihat konsisten sekali ketika
memproduksi ujaran-ujarannya untuk bisa diterima dan dipahami dengan baik oleh
telinga para pendengarnya, baik yang ada di studio maupun oleh pemirsa di
rumah.
10.
Gestur :
a)
Tentunya
siapapun yang berbicara baik sengaja maupun spontan, pasti reflek ketika
berbicara otomatis gestur ikut untuk melengkapi setiap ujaran yang disampaikan,
entah itu gerakan tangan maupun anggota tubuh yang lainnya yang dilakukan
secara berulang-ulang, termasuk beliau.
b)
Menurut
analisis saya, gestur yang beliau tampilkan sangat jauh dari kata berlebihan,
yang ada malah cukup dan proporsional atau pas, sehingga jadi satu kesatuan
utuh dan terlihat jauh lebih menarik.
c)
Benar sekali,
gestur yang beliau tampilkan sangat memperjelas pesan yang ingin disampaikan.
Dan itu menjadi sebuah perpaduan antara bahasa dan non kebahasaan/gestur,
sehingga menjadi sempurna.
d)
Dan gestur yang
sering beliau gunakan adalah berupa gerakan tangan kanan yang dominan, dengan
mengarahkannya ke depan penonton baik dengan menunjuk satu jari atau seperti
mempersilahkan dengan kelima jarinya, didukung mimik wajah dengan ekspresi yang
menarik, suara dengan irama yang dinamis dan gerakan kepala yang beraturan
sesuai kebutuhan materi, juga gerakan kontak mata dengan audiens yang terjalin
sangat baik.
11.
Tata krama :
a)
Penampilan
beliau secara fisiknya, sangat menarik dan standar seorang pembicara/motivator
pada umumnya. Dengan menggunakan setelan kemeja panjang bergaris, lengkap
dengan dasi hitamnya, dibalut jas hitam, dengan celana yang juga berwarna hitam
panjang formal, ditambah dengan sepatu pentopelnya, serta di dukung dengan
wajah yang rupawan, begitu juga dengan gaya rambut yang terlihat sederhana
namun elegan, semakin terlihat gagah ketika berdiri didepan audiens dan sangat berkarisma
ketika semua itu diawali dengan senyuman tulus kepada audiensnya.
b)
Menurut saya
bahasa yang beliau gunakan sangat sopan dan menyentuh dengan irama yang
mendayu-dayu namun tetap nyaring, tegas, dan lembut sehingga mampu mengetuk pintu-pintu
hati setiap pendengarnya, untuk mau membuka dan menerima nasihat kebaikan dari
si pembicara.
c)
Terkait dengan
bahasa yang menyinggung perasaan pendengar, ada. Yaitu ketika beliau mengajak
audiens untuk bersama-sama merenungkan “siapa yang menjadi idola kita selama
ini ?. Mereka anak-anak kita sering kali lebih bangga dengan ikon
artis-artis favorit mereka!. mereka lebih bangga dengan pemain bola sepak yang
mereka banggakan!. Beliau mengajak audiens untuk bertanya kedalam hati masing-masing,
“sudahkah kau mencintai baginda nabi Muhammad SAW melebihi idola-idola kita
yang lainnya?. “sudah berapa lama kita tidak mendidik anak-anak kita untuk
lebih mencintai baginda nabi Muhammad SAW ?. atau “adakah air mata yang
berlinang karena rindu kita kepada baginda nabi Muhammad SAW ?. dan
terkadang kita lupa bahwa sebagai umat muslim, kita memiliki ikon manusia
terbaik dunia akhirat untuk dijadikan idola yaitu Rasullullah SAW.
12.
Penguasaan
materi : beliau sangat menguasai materi sekali dan begitu juga sangat
meyakinkan pendengar, terbukti dengan penyampaian materi beliau yang begitu
tulus, sangat menyentuh, dan rendah hati serta tidak terkesan menggurui,
sehingga mampu mengundang butiran-butiran air mata pengakuan dosa dari setiap
pendengar-pendengarnya yang ada di studio khususnya, begitupun pemirsa di
rumah, termasuk saya pribadi yang meskipun hanya menyaksikannya lewat pemutaran
video, namun mampu menggetarkan hati dan diri ini, dengan merenungkan bahwa oh
iya, ya. memang selama ini kita lebih mengidolakan yang lain dibanding
Rasullullah SAW, yang memang idola yang sesungguhnya, kalaupun kita
mengidolakan itu hanya sedikit dan lebih banyak wacana di mulut saja, tanpa
dibarengi dengan sikap nyata mencontoh segala tindak-tanduk yang beliau
lakukan.
13.
Berkenaan
dengan penggunaan teknik retorikanya
a)
Beliau sangat
menarik perhatian para pendengarnya, dengan melakukan upaya pengolahan kata
yang baik, didukung dengan backsound musik yang menyayat hati dan menyentuh, dengan berusaha menggali emosi pendengar supaya
larut dalam suasana materi yang dibawakan, penekanan nada dengan rintihan
tangis lewat suara sendu yang begitu menggetarkan, diimbangi oleh kontak mata yang intens dengan semua
audiensnya, sehingga mampu menusuk ke relung-relung qalbu setiap insan yang
mendengarnya, dan air matapun keluar sebagai bukti tenggelamnya diri dalam
suasana sadar akan banyaknya kelalaian dan dosa yang telah kita lakukan.
b)
Berkaitan
dengan unsur humor, di sini tidak ada unsur itu, karena materi yang disampaikan
membutuhkan situasi yang serius dan penuh penghayatan.
c)
Untuk kemampuan
menjaga perhatian dengan pendengarnya, telah saya singgung di atas sangat
terjalin dengan baik sekali yaitu, dengan melakukan kontak mata yang intens
kepada pendengarnya secara merata dan adil, apalagi posisi duduk audiensnya
juga strategis berbentuk tangga kebawah sehingga pembicara dapat melihat dengan
jelas dan merata dari berbagai sudut penonton di studio tanpa kecuali.
d)
Pandangan
matanya terjaga sangat apik dengan membagi pandangan ke berbagai sudut
audiensnya baik yang ada di depan, sudut samping kiri atau kanan, barisan
belakang, maupun memandang langsung ke kamera sebagai bentuk jalinan kontak
mata dengan pemirsa di rumah.
e)
Dan untuk gaya
bicara yang beliau kemukakan, menurut saya sangat pas dengan suara yang konsisten
kenyaringannya. Namun, tetap penuh kelembutan, tidak monoton, ketegasan,
santai, dan rendah hati tanpa terkesan menceramahi, sehingga esensi dari materi
bisa tersampaikan dengan baik dan memukau pendengar yang menyaksikan pada
akhirnya.
14.
Salam
pembukanya :
a)
dengan mengajak
audiens untuk membaca bismillah secara bersama-sama, dan kata yang diucapkan
untuk mengajak audiens adalah kata redupliksi utuh tuan-tuan yang
berulang-ulang sampai akhir, yang seolah hanya menyapa para pendengar kaum pria
saja, padahal saya lihat di videonya banyak pendengar kaum perempuannya yang
hadir juga di sana. Terkait ini saya juga kurang tahu, apakah ini merupakan
sapaan umum yang biasa digunakan untuk menyapa hadirin tanpa mengenal jender di
Negara Malaysia atau bukan, saya juga kurang paham.
b)
Penyampaian
pendahuluan dengan ucapan mengajak para audiens untuk membacakan kalimah
bismillah secara bersama-sama, dan menyapa pendengar secara general dengan
istilah tuan-tuan tanpa membedakan jender.
c)
Penyampaian isi
pidato
§ Jelas sekali dan sangat fokus, karena pembicara hanya
berkonsentrasi pada satu cerita/kisah mengenai siapa orang yang akan dirindukan
oleh Allah dan Rasululah nanti?.
§ Isi pidatonya juga menurut saya terstruktur dan sistematis dengan
mengajak mengucapan bismillah bersama-sama untuk mengawali, mungkin juga
diawali dengan ucapan salam namun videonya terpotong. Kemudian masuk ke materi
dari mulai bertutur secara biasa, dan di sana ada pergantian ritme suara, emosi
dan akhirnya klimaks sampai audiens menangis dan sebagai penutupnya beliau
mempersilahkan penyanyi pengiring untuk melantunkan sebuah lagu tentang
Rasulullah Muhammad SAW yang memang ada kesesuaian dengan materi yang
disampaikan. Dan beliau juga mengajak para audiens untuk merenungkan setiap
bait lirik lagunya sembari bersama-sama menghayati makna di dalamnya.
§ Isi pidatonya, sangat mudah sekali untuk dipahami, karena
disampaikan dengan bahasa yang sederhana, jelas, tidak terlalu cepat dan mudah
dicerna.
§ Isi pidatonya juga sangat menarik, dikemas sedemikian rupa,
sehingga peristiwa/kisah yang sederhana, namun mampu menampar setiap pribadi
yang mengaku muslim untuk kembali menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai
idola sesungguhnya.
d)
Terkait dengan
penyampaian kesimpulan, ada. Melalui kata-kata terakhir untuk merenungkan dan melalui
kesimpulan secara tidak langsung atau tersirat lewat persembahan sebuah lagu berjudul
yaa Rasulullah ( alangkah indahnya hidup ini) dari grup nasyid Malaysia Raihan untuk memeperjelas materi yang
disampaikan pembicara.
e)
Untuk
penyampaian salam penutup di sini si pembicara tidak secara langsung
mengucapkannya, tapi melalui bentuk mempersilahkan penyanyi pengiring untuk
bernyanyi bersama dengan para hadirin sebagai tanda materi sudah tersampaikan
dengan sukses, dan mungkin ada, tapi videonya terpotong karena lagu yang
dinyanyikan juga tidak dinyanyikan secara utuh.
15.
Kesimpulan
a)
Penampilan
secara keseluruhan, menurut saya penampilan dari bapak Firdaus Djamaris ini,
sangat menarik sekali. Beliau mampu menyampaikan materinya dengan HATI dan itu
yang terpenting, dan beliau percaya bahwa siapapun audiensnya, apapun
profesinya, masalahnya, latar belakangnya, status sosialnya, tingkat
pendidikannya maupun perbedaan yang lainnya, pasti bisa menjadi satu ketika
hati di sini yang berperan, berbicara dan berusaha untuk menyentuhnya dengan
tulus dan penuh kelembutan, sehingga sampai kepada hati audiens dengan penuh
kesadaran.
b)
Dan menurut
saya bapak Firdaus Djamaris ini, sangat pantas sekali untuk dijadikan salah
satu contoh tokoh inspirator pembicara yang baik bagi seorang pemula. Khususnya
saya pribadi. Karena beliau begitu sangat pandai dalam mengolah sebuah materi singkat
namun menarik, sehingga tidak terkesan menghamburkan bahan. Dan mampu
menghidangkan sajian informasi yang sederhana. Namun, begitu sarat akan makna.
Dan yang terpenting beliau itu menyampaikannya tidak hanya dengan mulut semata,
namun juga dengan hatinya. Dan itu yang saya lihat, ada ketulusan di setiap
pancaran sinar matanya, ada kejujuran di setiap tutur katanya dan ada
keikhlasan di setiap bahasa tubuhnya.
Baiklah, demikian hasil analisis tokoh pembicara dari saya, semoga saya
dan kita semua bisa menjadikannya inspirasi dan bisa mengambil hikmah baik dari
diri beliau secara personal maupun dari materi yang beliau sampaikan, untuk
menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai ikon/idola dalam setiap napas hidup
kita.
Terima Kasih dan Wassalamualaikum Wr, Wb.
Penulis:
Asep Saepudin
13211011 (2A)
Berikut kata-kata yang terdengar agak kurang pas, yang saya temukan
didalam penyampaian materi video bapak Firdaus Djamaris ini, bila dilihat dari
konteks kalimatnya, tidak sesuai dengan bahasa Indonesia yang dibakukan.
Mungkin bisa dimaklumi, bukan berarti beliau tidak tahu, tapi itu sangat wajar
karena beliau berbicara di sebuah acara tv Malaysia, jadi bahasa Malaysianya
sedikit ikut mempengaruhi. Tapi secara keseluruhan hampir sempurna beliau
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
KATA TIDAK BAKU seharusnya KATA BAKU
Sentiasa : senantiasa
Tertanya : bertanya
Kerana : karena
Rundukkan : tundukkan
Tuan-tuan : menurut KBBI artinya orang tempat mengabdi, sebagai
lawan kata hamba, abdi, budak atau merupakan sebutan kepada orang laki-laki.
Ini sapaan yg digunakan pembicara dalam video ini, seolah-olah adanya
diskriminasi hanya menyapa pendengar kaum adam saja, padahal pendengar kaum
hawa juga banyak.
Bola sepak : menunjukkan alatnya yang digunakan dalam permainan
sepak bola.
sedangkan
Sepak bola : menunjukkan nama permainannya.
